Rabu, 30 September 2009

Ilmuwan Pelajari Peningkatan Tinggi Air Laut


Perubahan iklim membuat Kutub Antartika meleleh dengan cepat dan akan berdampak pada kehidupan manusia di Bumi.

Bagaimana tidak, setiap bongkahan kecil es yang meleleh di kutub itu akan berpengaruh pada peningkatan tinggi air laut di seluruh dunia.

Untuk itu, para ilmuwan terus mempelajarinya dengan memanfaatkan teknologi canggih yang mengombinasikan radar satelit, laser, robot kapal selam, serta pengebor yang bisa mencapai kedalaman es hingga tiga kilometer guna memahami risiko dan menyelamatkan Bumi dari dampak buruk lelehan es Antartika ini.

"Jika Anda bisa memahami kondisi Bumi meski hanya melalui kedalaman beberapa meter saja, hal ini bisa saja mengubah keadaan geografi planet ini," kata Kepala Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), Rajendra Pachauri seperti dikutip dari Reuters, Rabu (30/9/2009)

"Greenland dan Antartica adalah dua wilayah di mana terdapat sekumpulan besar es berukuran raksasa yang berdampak serius pada peningkatan ketinggian air laut di Bumi," tambahnya.

Data tahun 1820 menyebutkan lelehan es di Antartika sanggup meningkatkan ketinggian air laut pada level 57 meter, sedangkan Greenland menyumbang pengaruh hingga ketinggian tujuh meter.

Karena kekhawatiran soal itu, sebanyak 190 negara berunding dalam pertemuan di Kopenhagen guna membahas penanggulangan dampak perubahan iklim.

"Kita perlu mengetahui di mana letak yang tepat guna menyelesaikan masalah ini," kata ahli dan pengamat kutub David Vaughan dari British Antarctic Survey.

Dia pun menambahkan bahwa dengan mengebor kedalaman es hingga tiga kilometer akan membantu para ilmuwan memahami lebih dalam mengenai masalah ini.

0 komentar:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar